Rabu, 08 September 2010

Peningkatan kemampuan siswa dalam menentukan pokok pikiran bacaan melalui metode inquiri(Penelitian Tindakan Kelas)

PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENENTUKAN POKOK PIKIRAN BACAAN MELALUI METODE INQUIRI

Niken Indraswati

Abstrak
Rendahnya kemampuan siswa dalam memahami isi bacaan, diduga menyebabkan siswa sulit menentukan pokok pikiran bacaan. Penelitian ini mencoba memecahkan masalah tersebut melalui tindakan kelas dengan metode inquiri. Langkah-langkah yang dilakukan mulai dari merumuskan masalah, merencanakan tindakan, melakukan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisis data, dan menarik kesimpulan. Dalam metode ini siswa mencari atau memahami informasi sehingga siswa mendapatkan jawabannya sendiri. Setelah melakukan tiga siklus dengan penyempurnaan pada setiap siklus, penelitian ini membuktikan bahwa melalui metode inquiri siswa dapat meningkatkan kemampuan dan penguasaan konsep materi menentukan pokok pikiran bacaan karena siswa dapat bertukar pikiran dan terlibat langsung dalam pembelajaran sehingga proses belajar mengajar lebih menyenangkan. Disarankan agar guru menerapkan metode inquiri dalam mata pelajaran bahasa Indonesia maupun mata pelajaran lain untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menentukan pokok pikiran bacaan.

Kata kunci: Bahasa, pemahaman bacaan, metode inquiri, pokok pikiran.

PENDAHULUAN
Dalam proses belajar, membaca merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting karena melalui membaca dapat diperoleh informasi yang diperlukan dalam menambah pengetahuan, ketrampilan serta perubahan sikap. Akan tetapi perolehan informasi melalui membaca sangat tergantung pada pemahaman atas isi bacaan. Pemahaman itu dipengaruhi oleh latar belakang pengetahuan pembaca atas isi bacaan, ketrampilan dalam membaca, kebiasaan dan motivasi membaca. Keberhasilan memperoleh informasi dari membaca dapat dilihat dari membuat kesimpulan atas isi bacaan secara tepat.
Di Sekolah Dasar, kemampuan membaca mulai dikembangkan sejak kelas 1 sampai dengan kelas 6. Akan tetapi, kemampuan membaca siswa belum seperti yang diharapkan sehingga kegiatan membaca merupakan beban belajar dan tidak berkembang menjadi kebiasaan membaca. Hal itu berlanjut sampai pendidikan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, kemampuan membaca siswa perlu diberikan dan ditingkatkan mulai dari Sekolah Dasar.
Tujuan pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar termasuk memberikan kemampuan membaca sehingga siswa dapat memperoleh informasi yang mereka perlukan secara cepat dan tepat. Di samping pengenalan huruf, kata dan kalimat salah satu tujuan membaca adalah tercapainya kemampuan siswa dalam menemukan pokok pikiran bacaan. Akan tetapi, ternyata belum semua siswa mampu mengungkapkan pokok-pokok pikiran isi bacaan secara tepat. Pola pengungkapan pokok pikiran bacaan belum sesuai dengan pola urutan maupun hubungan keterkaitan antaride yang terdapat di dalam bacaan.
Rendahnya kemampuan siswa dalam memahami isi bacaan, diduga disebabkan oleh strategi pembelajaran yang belum mengarah pada upaya melayani kebutuhan perkembangan psikologis siswa yang sedang berada pada tahap perkembangan kognitif “operasional concrete” dan perkembangan bahasanya berada pada tahap “creative”. Dengan demikian perlu diteliti bagaimana meningkatkan kemampuan siswa dalam menemukan pokok pikiran bacaan.
Terdapat beberapa metode dalam membelajarkan siswa untuk memperoleh kemampuan membaca seperti metode kolaboratif, metode kooperatif, metode pemecahan masalah, dan metode inquiri. Dari metode-metode tersebut nampaknya metode inquiri dianggap dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menemukan pokok pikiran bacaan karena metode ini mendorong siswa berpikir secara aktif dan kritis untuk dapat menyimpulkan isi bacaan.
Berdasarkan uraian di atas maka masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut “Bagaimana meningkatkan kemampuan siswa kelas 3 SDK PENABUR Bekasi dalam menentukan pokok pikiran bacaan melalui metode inquiri?”
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bentuk perencanaan pembelajaran menentukan pokok pikiran bacaan dan (2) perubahan kemampuan siswa Kelas III SDK PENABUR Bekasi setelah mengikuti pembelajaran menentukan pokok pikiran bacaan.
Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat secara teoretis dan secara praktis. Secara teoretis, diharapkan melalui teori-teori yang digunakan dalam penelitian dapat membekali para pembelajar bahasa Indonesia di Sekolah Dasar, khususnya bagi siswa. Secara praktis diharapkan bermanfaat kepada (1) guru sebagai pengalaman berharga dalam menyusun perencanaan pembelajaran menentukan pokok pikiran bacaan serta sebagai bekal yang berguna untuk penelitian lebih lanjut; (2) siswa dapat meningkatkan kemampuan dalam menentukan pokok pikiran bacaan dan memotivasi siswa untuk meningkatkan belajar pokok pikiran.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar